JAM AKU :)

Selasa, 07 Oktober 2014

HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN DAN APLIKASINYA

PENGERTIAN HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN DAN APLIKASINYA

PENDAHULUAN
            Dalam melaksanakan pembangunan dibidang arsitektur kita harus mengetahui hukum pranata   pembangunan, dimana didalamnya terdapat peraturan perundang – undangan yang mengatur segala       tata tertib dalam melaksanakan pembangunan.

PENGERTIAN HUKUM PRANATA PEMBANGUNAN
            Untuk membahas masalah hukum pranata pembangunan di Indonesia, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang sebenarnya dimaksud dengan hukum pranata pembangunan, menurut kamus         besar bahasa Indonesia.
  1.        Hukum adalah (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis
  2.    Sedangkan Pranata adalah interaksi antar individu/kelompok/kumpulan, pengertian individu dalam satu kelompok dan pengetian individu dalam satu perkumpulan memiliki makna yang berbeda.
  3.     Pembangunan adalah perubahan individu/kelompok dalam kerangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup. 

Jadi, definisi dari Hukum Pranata Pembangunan adalah peraturan resmi yang mengikat yang mengatur tentang interaksi antar individu dalam melakukan perubahan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup.
Dalam arsitektur khususnya Hukum Pranata Pembangunan lebih memfokuskan pada peningkatan kesejahteraan hidup yang berhubungan dengan interaksi individu dengan lingkungan binaan.
Interaksi yang terjadi menghasilkan hubungan kontrak antar individu yang terkait sepertiadalah pemilik (owner), konsultan (arsitek), kontraktor (pelaksana), dan unsur pendukung lainnya dalam rangka mewujudkan ruang/bangunan untuk memenuhi kebutuhan bermukim.

STRUKTUR HUKUM PRANATA DI INDONESIA
  1. Legislatif (MPR-DPR), pembuat produk hukum
  2. Eksekutif (Presiden-pemerintahan), pelaksana perUU yg dibantu oleh Kepolisian (POLRI) selaku institusi yg berwenang melakukan penyidikan; JAKSA yg melakukan penuntutan
  3. Yudikatif (MA-MK) sbglembaga penegak keadilan

a)  Mahkamah Agung (MA) beserta Pengadilan Tinggi (PT) & Pengadilan Negeri (PN) se-Indonesia mengadili perkara yg kasuistik;
b)     Sedangkan Mahkamah Konstitusi (MK) mengadili perkara peraturan PerUU
c)      Lawyer, pihak yg mewakili klien utk berperkara di pengadilan, dsb.

PENGAPLIKASIAN
          
          Saat ini jumlah penduduk perkotaan seluruhnya diperkirakan mencapai hampir 110 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 3 juta orang. 
Perkembangan kota-kota yang pesat ini disebabkan oleh perpindahan penduduk dari desa ke     kota, perpindahan dari kota lain yang lebih kecil, pemekaran wilayah atau perubahan status desa menjadi kelurahan. Ruang dilihat sebagai wadah dimana keseluruhan interaksi sistem sosial (yang meliputi manusia dengan seluruh kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya) dengan ekosistem (sumberdaya alam dan sumberdaya buatan) berlangsung. Ruang perlu ditata agar dapat memelihara keseimbangan lingkungan dan memberikan dukungan yang nyaman terhadap manusia serta mahluk hidup lainnya dalam melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya secara optimal.

CONTOH SURAT KERJA DIBIDANG KONSTRUKSI

           Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dijelaskan bahwa salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan jasa konstruksi nasional adalah pemenuhan kontrak kerja konstruksi yang dilandasi prinsip kesetaraan kedudukan antar pihak dalam hak dan kewajiban. Dengan kesetaraan di antara para pihak di dalam kontrak diharapkan dapat terwujudnya daya saing yang andal dan kemampuan untuk menyelenggarakan pekerjaan secara lebih efisien dan efektif.




Minggu, 06 April 2014

SATU INDONESIA SATU HATI


Terbentang pulau, terbentang lautan
Terentang jarak, terentang perbedaan
Berbeda warna, berbeda budaya
Beraneka adat, beraneka cita

Indonesia…

Beragam  perbedaan, membuat merasakan
Melihat kejadia, membuat tergerakan
Bersatu, semboyan Bhineka
Perkuat lambang Garuda

Indonesia…

Melangkah, persatukan hati
Berdoa, melindungi diri
Bekerja sama, mencapai cita-cita
Bergandengan tangan, menjalankan Pancasila

Bangkitlah, Negaraku
Terbanglah, berjalan dengan teguh
Beranikan dan tunjukan dunia
Saling merangkul melangkah bersama

Demi Indonesia, satukan hati
Melangkah bersama, kita hadapi

Satu Indonesia, satu hati…

Sabtu, 05 April 2014

PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA PENERUS BANGSA

                Sebagai warga negara Indonesia mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata ‘Pancasila’ atau ‘Kewarganegaraan’. Jelas, karena sejak kita menginjakkan kaki di bangku sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama kita sudah disuguhi dengan oleh pelajaran Pendidikan Pancasila atau Pendidikan Kewarganegaraan.
            Sejak sekolah dasar, Pendidikan Pancasila saja mulai disuguhkan dengan butir-butir Pancasila. Bahkan selama dua belas tahun kita mengenyam pendidikan formal kita sudah dibiasakan untuk melafalkan butir-butir Pancasila setiap kali diadakannya upacara setiap hari Senin, dan hari-hari besar nasional.
            Selama itulah, kita diajarkan bermacam-macam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, bagaimana seorang manusia bersikap baik sebagai warga negara yang memiliki sifat nasionalisme, tanggung jawab, tenggang rasa, gotong royong, dan lain sebagainya.
            Awal dari itu semua, selama kita mengenyam pendidikan di sekolah dasar, kita sudah diajarkan berbuat kebaikan berdasarkan norma dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Selama enam tahun inilah, kita sebagai manusia yang masih polos dan masih bertindak dalam keadaan bermain saja sudah mulai memikirkan akan jadi apa kita nanti. Kita berfikir menjadi seorang manusia yang baik  yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan bercita-cita menjadi warga negara yang baik dan berjuang menjunjung dan menaikkan martabat bangsa dan negara.
            Kemudian mulailah kita masuk ke dalam lingkungan sekolah yang baru, kita mulai merasakan perubahan dalam diri kita, perubahan dari anak-anak menuju remaja yang mulai semakin mengerti akan kehidupan.
            Tentunya kita akan bicara tentang realita kehidupan anak zaman sekarang ini. Mungkin hanya sebagian kecil saja atau bahkan tidak ada murid yang memiliki antusias yang lebih akan mata ajar yang satu ini; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
            Mari kita lihat situasi sekarang ini. Murid-murid sekolah menengah pertama dan atas mulai bersikap dan bertindak sembarangan dan tidak baik, yang sebenarnya mereka adalah para penerus bangsa kita, para pemimpin bangsa kita.
            Hal inilah yang mulai dikhawatirkan oleh para cendekiawan, pengamat, dan para orangtua.
            Apakah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan selama dua belas tahun belum cukup? Ataukah ada yang salah dengan metode pengajaran yang diberikan kepada murid? Atau memang jiwa nasionalisme bangsa ini sudah tidak ada lagi.
            Pada masa di sekolah menengah pertama kita mulai mengenal dunia luar lebih jauh lagi. Mulai mengenal orang-orang dari berbagai lingkungan. Disinilah jiwa dan pikiran remaja awal ini diuji. Apakah kita adalah seorang anak yang memiliki jiwa penasaran yang besar, namun kita tetap menahan diri dan tidak terlalu terjerumus atau kita adalah seorang anak yang memiliki jiwa penasaran yang sangat kuat namun kita tidak bias menahan diri dan membiarkan ombak-ombak kehidupan menerpa kita dan membiarkan kita terlalu jauh terseret arus.
            Di masa inilah kita mulai diuji. Pendidikan Pancasila hanyalah pelajaran formal yang tidak perlu terlalu dipikirkan atau bahkan untuk diamalkan. Murid-murid sibuk bermain dan mulai mencoba hal-hal baru.
            Kemudian hal-hal baru yang mereka ikuti tanpa mereka tahu sebab akibatnya akan mulai melekat dan menjadi kebiasaan bagi mereka. Sekarang ini saja kita mendengar berita-berita tawuran, kekerasan, bahkan sampai kepada pelecehan seksual yang dilakukan oleh para remaja yang masih duduk di bangku menengah pertama.
            Dimana nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila yang sering kita lafalkan setiap hari Senin? Dimana hasil dari pelajaran itu sendiri yang dapat kita amalkan di kehidupan remaja awal kita?
            Padahal awal dari nilai-nilai kesopan santunan dan sikap nasionalis kita berawal dari pendidikan formal kita selama dua belas tahun.
            Setelah kita lulus dari sekolah menengah pertama kita akan masuk ke kehidupan remaja sebenarnya yaitu sekolah menengah atas. Disinilah kebiasaan-kebiasaan yang sudah tertanam di sekolah menengah pertama semakin dipupuk.
            Perkembangan globalisasi semakin pesat, dan sangat sulit untuk dicegah atau bahkan untuk diantisipasi agar tidak semakin merusak generasi bangsa.
            Kita tahu dan menyadari dalam kehidupan realita. Para murid sekolah menengah atas saja mulai tidak memilik antusiasme terhadap mata ajar Pancasila dan Kewarganegaraan. Mereka hanya menganggap mata ajar tersebut hanyalah sebuah formalitas dan tugas yang wajib mereka kerjakan dan mereka pelajari dan ketahui tanpa mereka mengamalkannya.
            Mereka mulai terlena dan tergoda dengan tawaran-tawaran menarik akan perkembangan dunia internasional dan era globalisasi. Mereka lebih memilih kehidupan yang bebas tanpa adanya jiwa nasionalis yang menuntun mereka.
            Pertanyaan-pertanyaan semakin bermunculan; sudah hilangkah rasa nasionalisme dalam diri remaja kita? Siapakah yang akan kita harapkan untuk meneruskan cita-cita bangsa kita? Siapakah yang akan memimpin bangsa kita kelak?
            Namun, janganlah kita berpikir bahwa benar-benar tidak ada lagi para generasi muda yang ingin menjadi penerus bangsa. Masih banyak para generasi muda yang juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
            Jiwa muda kita tergoda akan perkembangan zaman, kita tidak lagi memikirkan apa itu Pancasila dan Kewarganegaraan. Kita hanya memikirkan ‘sekarang’ dan bukannya ‘nanti’ yang akan ditimbulkan oleh sikap kita sekarang ini.
            Disinilah kita sebagai penerus bangsa dan berjiwa muda mulai memilah-milah gaya hidup dan melihat adakah kecocokan dengan butir-butir dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sampai saat ini sebagian mungkin masih belum menyadari dan masih nyaman akan kehidupan yang mereka jalani; “kehidupan mengikuti arus perkembangan jalan”.
            Lulus dari sekolah menengah atas kita mulai bangga dengan status kita sebagai seorang mahasiswa. Kita mulai memasuki dunia yang benar-benar baru. Sekolah informal, tanpa seragam, dan kita bebas berkspresi dengan karya-karya kita.
            Didunia perkuliahan inilah kita semakin diuji dan ditentukan apakah kita benar-benar seorang penerus bangsa yang professional dan mampu membawa nama bangsa kita semakin berkibar dan dihormati oleh bangsa lain.
            Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tidak berhenti sampai di tingkat sekolah menengah pertama saja, namun mata ajar ini kembali diajarkan.
            Semakin muncul pertanyaan yang spesifik; pentingkah ilmu kewarganegaraan bagi mahasiswa?
            Bersyukurlah kita sebagai mahasiswa mendapatkan pelajaran tambahan dari ilmu kewarganegaraan. Karena sebagian dari kita masih tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dan kita masih diberikan kesempatan terkakhir dan sangat besar untuk mendalami ilmu kewarganegaraan.
            Jawaban dari pertanyaan di atas sangatlah singkat dan gambling; ilmu kewarganegaraan sangat penting karena kita sebagai mahasiswa adalah penerus bangsa yang pastinya akan memimpin dan membawa kemana bangsa ini akan berlayar ke seluruh dunia.
            Jawaban itulah yang lebih kurang pasti kita dengar secara gamblang dan mudah dijawab oleh semua lapisan masyarakat.
            Fakta yang terjadi sekarang ini adalah sangat sulit sekali untuk menekankan ilmu kewarganegaraan agar rasa nasionalisme muncul. Kita lihat sekarang ini di beberapa daerah masih bermunculan kerusuhan yang dilakukan oleh para mahasiswa, dengan dalih protes terhadap pemerintah berupa demo yang berujung kerusuhan.
            Hal ini yang harus kita ubah. Ilmu kewarganegaraan di bangku kuliah memiliki metode yang berbeda, dengan materi yang berbeda. Biasanya, selama dua belas tahun ini kita hanya membaca, menulis, dan mengerjakan tugas serta soal ujian, sekarang ini, metoda di perkuliahan lebih kompleks.
            Ilmu kewarganegaraan diajarkan mulai dari metode kuliah mimbar sampai dengan diskusi. Lebih menariknya lagi, mata kuliah ini diharapkan mampu merangsang para mahasiswa untuk menggali kembali rasa nasionalisme dan kesadaran akan diri mereka sebagai penerus bangsa.
            Mahasiswa akan diminta untuk melakukan studi kasus, melakukan debat diskusi bersama teman-temannya, dan mengkaji ulang permasalahan-permasalahan yang sedang melanda bangsa ini seperti korupsi, permasalahan politik, kemasyarakatan, dan lain sebagainya.
            Hal ini akan mendorong mahasiswa untuk semakin bepikir dan mulai merasakan rasa nasionalisme mereka yang telah lama hilang, yang sudah lama sekali mereka tidak rasakan selama belasan tahun.
            Setelah mempelajari ilmu kewarganegaraan, diharapkan mahasiswa dapat bepikir lebih rasionalis, lebih kreatif, dan semakin menimbulkan rasa semangat akan memperjuangkan bangsa ini.
            Mahasiswa diharapkan agar bersikap profesional, dan intelektual. Menjadi penerus bangsa yang bertanggung jawab, adil, dan memiki rasa solidaritas yang kuat antar sesamanya.
            Bangsa kita membutuhkan penerus yang pintar dan cerdas. Membutuhkan pemimpin dari kalangan cendekiawan, berintelektual. Bukan hanya sekedar pemimpin dari sebuah partai politik yang dibaliknya memiliki kebutuhan dan masih memikirkan keuntungan yang akan didapat bagi partainya.

Jumat, 24 Januari 2014

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

Setelah memahami setiap sub bab dari materi arsitek lingkungan, kemudian dapat diringkas dan dihubungkan satu sama lain menjadi sebuah rangkuman yang ringkas.

Arsitektur berwawasan lingkungan atau yang lebih sering disebut eko-arsitektur adalah pembangunan yang memanfaatkan lingkungan alam dan menciptakan lingkungan yang seimbang dan tidak mengganggu ekosistem yang ada.

Dasar-dasar dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah dengan memahami kondisi iklim yang ada, mengerti material dan bahan yang digunakan yang dapat menghemat energi, orientasi bangunan yang dapat memanfaatkan bukaan yang dapat meminimalisir penggunaan energi seperti listrik.

Pembangunan yang beorientasi kepada memanfaatkan energi alam atau energi yang dapat diperbaharui inilah muncul istilah green construction. Munculnya istilah ini menyadarkan arsitek untuk berkonsep, mendesain, dan membangun bangunan yang bersifat go green, dimana penggunaan energi pada bangunan semaksimal mungkin menggunakan energi dari alam seperti matahari, angin, air, dll.

Sekarang ini para arsitek mulai mendesain dan membangun “Bangunan Hemat Energi”. Beberapa contoh bangunan hemat energi ini seperti:
1.      
GEDUNG THE WESTARKADE KFW
Gedung yang dioperasikan sebagai kantor bank. Didesain ramping yang sesuai dengan keadaan lingkungan dan iklim yang ada, menggunakan ventilasi alami dengan sistem dinding dua lapis. Kantor bank ini mengonsumsi energi sekitar 7 kilowatt jam per kaki persegi atau 77,78 kilowatt jam per meter per segi, per tahun
2.   
   









JAPAN DOME HOUSE

Rumah berbentuk kubah ini dibangun dengan bahan dasar styrofoam. Jepang yang merupakan negara yang sering kali mengalami gempa, memanfaatkan bahan styrofoam sebagai bahan dasar rumah ini yang tahan gempa. Selain itu dapat mengurangi panas sehingga tidak perlu menggunakan AC, serta sirkulasi udara yang baik.

Selasa, 24 Desember 2013

BANGUNAN HEMAT ENERGI

BANGUNAN HEMAT ENERGI
            Bangunan hemat energi bukan hanya dalam wacana saja, namun sekarang ini ramai diperbincangkan karena penggunaan sumber daya alam yang semakin boros, efek rumah kaca atau global warming, dan semakin sedikitnya lahan untuk membangun.
            Bangunan hemat energi lebih memanfaatkan alam dan keadaan lingkungan yang ada, seperti angin, iklim, cuaca, dan lain-lain.

CONTOH BANGUNAN HEMAT ENERGI

1.      GEDUNG THE WESTARKADE KFW
Gedung kantor bank KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau) atau Credit Buro for Reconstruction di Frankfurt  Jerman,  tahun lalu terpilih sebagai gedung tinggi terbaik di dunia oleh  Council on Tall Buildings and Urban Habitats.  Dipandang sebagai salah satu  bangunan perkantoran paling hemat energi di dunia, KfW Westarkade di Frakfurt Jerman, dirancang untuk menggunakan hampir separuh energi dari rata-rata energi yang dikonsumsi gedung perkantoran Eropa pada umumnya dan sepertiga energi pada gedung perkantoran di Amerika Serikat.


Kantor bank tersebut mengkonsumsi energi sekitar  7 kilowatt jam per kaki persegi  atau  77,78 kilowatt jam per meter per segi,  per tahun. Di antara  sejumlah sistem  penghematan energi yang diterapkan, Gedung KfW Westarkade  mengeksploitasi kekuatan angin  yang  besar untuk ventilasi alami yang dikendalikan melalui fasadnya berupa dinding dua lapis. Hal tersebut memungkinkan gedung 14 lantai di Frankfurt tersebut menggunakan ventilasi alami selama 8 bulan dalam satu tahun.  Di bagian eksteriornya, gedung   KfW Westarkade   Frankfurt menampilkan bentuk ramping  yang terintegrasi dengan baik ke dalam lingkungan sekitarnya, sekaligus terlihat beda melalui penggunaan warna-warna  ceria, merah, biru, dan hijau.



2.      JAPAN DOME HOUSE
Japan Dome House Co. Ltd adalah perusahaan Jepang yang membuat rumah dengan bahan dasar Styrofoam ini Dengan penggunaan bahan ini maka banyak keuntungan yang didapat selain lebih cepat, ringan dan murah (setidaknya untuk ukuran orang Jepang).

Keuntungan lainnya adalah dapat mengurangi panas yang masuk sehingga dapat meminimalkan penggunaan AC, sirkulasi udara yang lebih baik, anti gempa dan tidak akan berkarat maupun lapuk dimakan usia dibandingkan dengan menggunakan besi dan kayu.




 








Rumah yang dibuat berbentuk sebuah kubah (dome) yang dapat dimodifikasi serta diaplikasikan ke segala macam kebutuhan, mulai dari rumah tinggal, bar, karaoke bahkan sampai spa. Untuk membangun satu buah rumah tinggal standar dengan ukuran 7,7 m (lebar) x 3,85 m (tinggi) atau luas sekitar 44 m2, hanya dibutuhkan waktu sekitar 7 hari dengan memakai 3-4 orang tetapi harga untuk satu buah rumah ini US$ 30.000 (sekitar Rp. 300 juta).






Saat ini bahkan sudah didirikan sebuah perkampungan rumah kubah ini di Kyushu (Aso Farm Land Resort) yang mempunyai 480 rumah kubah.

Jumat, 25 Oktober 2013

PRINSIP-PRINSIP ILMU EKOLOGI DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR

DEFINISI EKOLOGI
Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Oikos = Tempat Tinggal (rumah) Logos = Ilmu, telaah. Oleh karena itu Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara), energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem tersebut.

ARSITEKTUR YANG SADAR AKAN LINGKUNGAN
          Arsitektur yang sadar akan lingkungan adalah bidang yang memengaruhi usaha dalam kelanjutan, keselarasan, interaksi, dan hubungan timbal-balik antara ekologi dengan manusia yaitu menyangkut masalah:
  • ·         Mendaur ulang sumber bahan baku alam
  • ·         Pemeliharan dan perawatan biosfer
  • ·         Mentransformasikan energi secukupnya secara ekonomis

Saat ini hampir semua gedung-gedung pencakar langit menggunakan bahan-bahan sintetis canggih seperti kaca dan alumunium yang bersifat pada dan tidak berpori sehingga menghambat sirkulasi dan pada akhirnya menggunakan penghawaan AC. Serta penggunaan langit-langit yang tipis dengan permukaan licin dan keras yang tidak dapat meredam suara dan panas. Sadar akan hal ini, seorang arsitek harus memerhatikan hal-hal seperti:
  • ·         Perencanaan arsitektur
  • ·         Penenetuan struktur dan konstruksi
  • ·         Pemilihan material
  • ·         Pengetahuan ekologi


EKO-ARSITEKTUR
Dalam pandangan eko-arsitektur gedung dianggap sebagai makhluk atau organik, berarti bahwa bidang batasan antara bagian luar dan dalam gedung tersebut, yaitu dinding, lantai, dan atap dapat dimengerti sebagai kulit ketiga manusia (kulit manusia sendiri dan pakaian sebagai kulit pertama dan ke dua). Dan harus melakukan fungsi pokok yaitu bernapas, menguap, menyerap, melindungi, menyekat, dan mengatur (udara, kelembaban, kepanasan, kebisingan, kecelakaan, dan sebagainya). Oleh karena itu sangat penting untuk mengatur sistem hubungan yang dinamis antara bagian dalam dan luar gedung. Dan eko-arsitektur senantiasa menuntut agar arsitek (perencana) dan penguna gedung berada dalam satu landasan yang jelas.
        Prinsip-prinsip ilmu ekologi dalam perancangan arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology - A theoritical Perspective) :
1. FLUKTUASI

Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Bangunan seharusnya mencerminkan hubungan proses alami yang terjadi di lokasi dan lebih dari pada itu membiarkan suatu proses dianggap sebagai proses dan bukan sebagai penyajian dari proses, lebihnya lagi akan berhasil dalam menghubungkan orang-orang dengan kenyataan pada lokasi tersebut.
2. STRATIFICATION

Prinsip stratifikasi menyatakan bahwa organisasi bangunan seharusnya muncul keluar dari interaksi perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.
3.   INTERDEPENDENCE (SALING KETERGANTUNGAN)

Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan.
Eko arsitektur menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan, takada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa saja. Fenomena yang ada adalah kualitas arsitektur yang hanya memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas hidup dan keinginan pemakainya, padahal mereka adalah tokoh utama yang jelas.

DASAR-DASAR EKO-ARSITEKTUR
 1.  HOLISTIK

Eko-Arsitektur mengandung bagian-bagian dari arsitektur biologis (arsitektur kemnusiaan yang memperhatikan kesehatan), arsitektur alternatif, arsitektur matahari (dengan memanfaatkan energi surya), arsitektur bionik (teknik sipil dan konstruksi yang memperhatikan kesehatan manusia), serta biologi pembangunan. Maka istilah eko- arsitektur adalah istilah holistik yang sangat luas dan mengandung semua bidang.
2.  MEMANFAATKAN PENGALAMAN MANUSIA

Kita sebagai manusia tentunya sudah memiliki banyak pengalaman. Sebagai seorang arsitek kita harus belajar dari pengalaman manusia kita, dimana kita sudah melihat banyak sekali bencana-bencana alam yang diakibatkan dari maraknya pembangunan yang tidak memerhatikan lingkungan. Dari pengalaman inilah, kita dapat memperbaiki dan mulai membangun dengan memerhatikan keseimbangan dengan alam.
3    3. PEMBANGUNAN SEBAGAI PROSES BUKAN SEBAGAI KENYATAAN TERTENTU YANG STATIS
  4. KERJA SAMA ANTARA MANUSIA DENGAN ALAM DEMI KESEIMBANGAN DAN TERJAGANYA BUMI
      5. HEMAT ENERGI
      6. PENGGUNAAN MATERIAL YANG RAMAH LINGKUNGAN
      7. MEMERHATIKAN IKLIM SEKITAR


Sebagai seorang arsitek kita tidak terlepas dari kehidupan di sekitar kita, maka dari itu kita juga harus memerhatikan ekologi, ekosistem yang ada di sekitar kita. Mulai membangun kerjasama dan tetap menjaga keseimbangan alam demi generasi selanjutnya. Membangun suatu yang indah dipandang mata, arsitektural namun tidak terlepas dari hubungan dengan alam disekitarnya.

Jumat, 27 September 2013

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN

PENGERTIAN ARSITEKTUR
Arsitektur adalah ilmu dan seni perancangan dan perencanaan lingkungan binaan. Arsitektur melingkup arsitektur makro (perencanaan dan perancangan kota, kawasan, lanskap, dll), dan arsitektur mikro (peracangan bangunan, interior, perabot, dll).

PENGERTIAN LINGKUGAN
Lngkungan adalah seluruh alam yang mencakup semua yang terdapat didalamnya seperti sumber daya alam, flora dan fauna, yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

ARSITEKTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN
Arsitektur berwawasan lingkungan merupakan pembangunan berwawasan lingkungan yang memanfaatkan segala potensi yang ada di sekitar lingkungan tersebut, namun masih dalam batasan yang juga memerhatikan lingkungan sekitar agar tidak rusak dan tetap terjaga keseimbangannya.

Arsitektur berwawasan lingkungan didasari karena mulainy rusak ekosistem yang ada di bumi sebagai akibat berbagai pambangunan yang tidak memerhatikan lingkungan alam dan sekitarnya. Sebagai akibat inilah muncul global warming, banjir, dan masih banyak lagi.

TUJUAN
Hal ini menyadarkan para arsitek untuk mulai memikirkan perancangan dan perencanaan yang ramah lingkungan, hemat sumber daya dan energi, dan memiliki keseimbangan dan keterikatan dengan lingkungan sekitarnya.
Selain itu arsitek juga dapat memperkenalkan kepada masyarakat dan memberikan informasi dan cara dalam membangun dengan berwawasan lingkungan.

CARA MEMBANGUN HEMAT ENERGI DAN RAMAH LINGKUNGAN
·   Orientasi bangunan yang harus diperhatikan, arah wajah bangunan yang mengarah ke Timur-Barat, Selatan-Utara, agar mendapatkan cahaya matahari yang tepat serta sirkulasi yang baik.
·         Menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan.
·   Meminimalkan penggunaan sumber daya tak terbaharui, dan beralih ke penggunaan sumber daya terbaharaui.

·    Dengan menggunakan pengolahan limbah-limbah dan dapat dimanfaatkan. Menggunakan sistem daur ulang.